Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar, kini menyediakan ruangan khusus bagi Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang stres atau depresi berat.  Hal ini untuk mengantisipasi para Caleg yang kalah dalam pertarungan pemilihan legislatif (Pileg) pada April 2019 mendatang.

Hal itu dikatakan Kasi. Pelayanan RSUD Kota Banjar, Juhanda, bahwa manajemen rumah sakit sudah menyediakan enam ruangan di Paviliun Tanjung untuk Caleg yang mengalami stres pasca kalah dalam pertarungan Pileg nanti.

Karena, biasanya tidak sedikit Caleg yang mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah untuk dana kampanye. Namun, pada kenyataannya mereka tidak dapat meraih kursi di parlemen, sehingga hal itu tak menutup kemungkinan bisa mengakibatkan Caleg tersebut mengalami depresi berat.

“Selain itu, pihak RSUD juga telah menyiapkan dua orang dokter ahli jiwa dan dua belas perawat untuk menangani pasien sakit jiwa,” kata Juhanda, seperti dilansir harapanrakyat.com, Selasa (10/07/2018).

Dari enam ruangan yang ada di Paviliun Tanjung, ada dua ruangan khusus, yakni ruangan isolasi. Ruangan tersebut diperuntukkan bagi pasien yang mengalami depresi akut atau pasien yang baru masuk. Sedangkan, empat ruangan lainnya adalah untuk pasien pemulihan.

Ruang Paviliun Tanjung yang berada di RSUD Kota Banjar ini terletak di bagian belakang sehingga jauh dari keramaian. Hal ini supaya dalam penanganan pasien bisa lebih intensif.

“Ruangan tersebut tidak hanya menampung Caleg depresi dari Kota Banjar saja, melainkan dari daerah luar seperti Ciamis, Pangandaran, dan Cilacap, Jawa Tengah pun siap kami layani,” terangnya.

Namun, pihaknya berharap dalam pertarungan di Pileg nanti, tidak ada Caleg yang mengalami depresi berat atau gangguan kejiwaan. Juhanda mengingatkan pada kasus Pemilu tahun 2009 lalu, dimana ada seorang Caleg yang gagal dalam pemilihan, kemudian depresi dan melakukan gantung diri.

Sementara itu, Dwi Indah, salah seorang perawat di ruang Tanjung RSUD Kota Banjar, mengaku kalau dirinya sudah terbiasa menangani pasien yang mengalami gangguan jiwa. Menurutnya, dalam menangani pasien depresi atau gangguan jiwa, semaksimal mungkin harus menggunakan cara yang lembut dan tidak boleh kasar.

Dia juga menyebutkan, bahwa saat ini ada 6 pasien yang dirawat di ruang Tanjung. Semuanya mengalami depresi karena masalah keluarga, himpitan ekonomi, dan lain-lain. Menurut Dwi, pada intinya semua perawat di ruang Tanjung siap melayani pasien yang mengalami gangguan jiwa.

Menanggapi hal ini, Edi Susanto, salah seorang Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari Partai Golkar daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Purwaharja dan Kecamatan Banjar, mengaku dirinya sangat mendukung dengan adanya ruang Tanjung untuk Caleg yang mengalami depresi pasca kalah dalam Pileg nanti, dan baginya hal itu tidak masalah.

“Kalah menang dalam suatu pertandingan atau perlombaan itu sudah biasa, tak terkecuali pada Pileg nanti, dan saya berharap semuanya baik-baik saja,” tandas Edi.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here