Raflesianews.com-Panjalu. Dibalik keindahan panorama alam dan cerita sejarah terkait Situ Lengkong Panjalu, yang berada di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ternyata terdapat sebuah mitos yang masih diyakini oleh sebagian banyak orang.

Mitos itu terkait air danau Situ Lengkong yang diyakini oleh sebagian orang dianggap air suci lantaran menurut cerita ada kaitannya dengan air zamzam yang terdapat di tanah suci Mekah, Arab Suadi. Bahkan, tak sedikit para peziarah meminum air mentah yang diperoleh dari danau Situ Lengkong Panjalu. Selain meraka ingin mendapat berkah, air danau Situ Lengkong pun diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Mitos terkait air suci Situ Lengkong Panjalu berkaitan dengan cerita sejarah Sanghyang Borosngora, yang konon seorang penyebar agama Islam pertama di nusantara yang juga seorang Raja Panjalu. Meski sejarah ini dianggap kontroversi oleh sebagian kalangan, namun tak sedikit orang yang masih meyakininya.

Cerita terkait Borosngora ini dikisahkan pada sekitar awal abad ke-7. Pada waktu itu, Raja Panjalu Sanghyang Cakradewa menginginkan putranya, yaitu Borosngora, memiliki kesaktian dan ilmu bela diri yang sempurna. Berawal dari keinginan itu, kemudian Borosngora diminta untuk melakukan pengembaraan guna mendapat kesaktian yang diinginkan oleh sang ayah.

Setelah Borosngora berangkat melakukan pengembaraan, akhirnya tiba di suatu tempat. Tempat itu menurut cerita adalah tanah suci Mekah, di Arab Saudi. Borosngora pun akhirnya menetap di tanah Arab selama bertahun-tahun hingga akhirnya memeluk agama Islam.

Selama berada di tanah Arab, Borosngora mendalami agama Islam. Setelah keilmuannya sudah mumpuni, kemudian dia memutuskan untuk kembali pulang ke Panjalu. Saat pamit akan pulang kampung, gurunya yang disebut dalam cerita adalah Sayyidina Ali Bin Abu Thalib (menantu Nabi Muhammad), meminta agar Borosngora membawa air zamzam yang dimasukan ke dalam keranjang yang penuh lubang. Meski keranjang itu berlubang, berkat kesaktiannya, tidak membuat air tersebut tumpah.

Sesampainya di Panjalu, Borosngora kemudian menumpahkan air zamzam yang disimpan di keranjang berlubang itu, ke sebuah lembah yang memilki tebing yang cukup tinggi. Setelah ditumpahkan, air zamzam itu ternyata ajaib, karena tiba-tiba airnya menjadi banyak hingga lembah curam itu berubah menjadi danau. Dan danau itu kini dikenal dengan sebutan Situ Lengkong Panjalu.

Setelah Borosngora kembali ke tanah Panjalu, tak lama kemudian diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya. Dari sejak Borasngora menjadi raja, Kerajaan Panjalu bersama rakyatnya yang sebelumnya memeluk agama hindu, berhijrah jadi memeluk agama islam. Kerajaan Panjalu pun dikenal menjadi kerajaan Islam di pulau Jawa.

Sementara itu, untuk melestarikan sejarah dan peninggalan Kerajaan Panjalu yang beberapa peninggalannya masih tersimpan rapih di musium Bumi Alit, setiap bulan Mulad, masyarakat Panjalu yang didukung oleh Pemkab Ciamis, rutin menggelar acara Nyangku. Dalam proses adat Nyangku ini, terdapat ritual membersihkan benda-benda pusaka. Konon dari beberapa benda pusaka itu diantaranya sebuah pedang yang merupakan milik Borosngora.

Air Danau Situ Lengkong Panjalu, di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diyakini oleh sebagian orang dianggap air suci lantaran menurut cerita ada kaitannya dengan air zamzam yang terdapat di tanah suci Mekah, Arab Suadi. Foto: Istimewa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here