CIAMIS- Lama tidak terdengar, politisi senior PDI Perjuangan Kabupaten Ciamis H Basuki Suparno S.IP kini muncul sebagai salahsatu Caleg PDIP untuk DPRD Ciamis dapil 1 (Kecamatan Ciamis, Sadananya, Cikoneng dan Sindangkasih). Mantan anggota DPRD Ciamis periode 1999-2004 dan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2004-2009 itu berada di nomor urut paling bontot yakni nomor 10.

Ketika ditemui di kediamanya di lingkungan Limusnunggal Utara kelurahan Maleber kecamatan Ciamis, H Basuki mengaku mendapat tugas dari partai untuk ikut dalam kontestasi Pileg 2019 nanti.

“Saya mendapat tugas dari partai untuk maju pada Pileg 2019, tentu tujuanya untuk mendongkrak suara PDIP pada pemilu legislatif 2019 nanti,” ujar pria kelahiran 16 Agustus 1958 itu Senin (23/7/2018).

Dia menegaskan, maju kembali ke legislatif karena terdorong oleh keinginan untuk tetap mempertahankan kemenangan PDI Perjuangan di Kabupaten Ciamis.

“Saya termotivasi untuk ikut mempertahankan kemenangan PDIP pada Pileg 2019, sehingga PDIP tetap menjadi peraih kursi terbanyak di DPRD,” ujarnya.

Selain itu, selama ini, di dapil 1 khususnya Kecamatan Ciamis hak hak dasar rakyat kurang terperhatikan.
Aspirasi masyarakat kurang direspon oleh anggota DPRD, karena tidak adanya wakil rakyat khususnya dari PDIP di kecamatan Ciamis.

“Makanya saya kembali berniat mengabdikan diri untuk memperjuangkan hak hak rakyat lewat parlemen kalau nanti terpilih,” ungkapnya.

Sebelum menentukan pencalegan di tingkat Kabupaten, Basuki terlebih dahulu ditawari oleh partai untuk memilih apakah mau di DPRD Kabupaten, Provinsi atau pusat.

Namun karena ingin mengembalikan suara PDIP di Kecamatan Ciamis khususnya, dia lebih memilih ikut bersaing di tingkat Kabupaten.

Basuki menyatakan, tidak terbesit dalam fikiranya kembali mencalonkan diri menjadi caleg, hanya untuk mencari materi atau honor sebagai anggota dewan.

Sebagai seorang pengusaha properti, Basuki sudah merasa cukup tenang menjalani keseharianya sebagai pengusaha.

“Namun ada dorongan kuat dalam diri saya untuk kembali berbuat kepada masyarakat, lewat partai saya siap mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat Ciamis,” ucap pehobi olahraga offroad itu.

Lanjut Basuki, setelah tidak aktif di partai selama 10 tahun atau semenjak berhenti menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tahun 2009, dia vakum dari dunia politik.

Basuki fokus mengembangkan bisnis profertinya dengan membangun perumahan yang dia namai B-Regency. Kini sudah ada sekitar 9 perumahan yang dia bangun di wilayah Ciamis, Sindangkasih dan Cisaga.

H Basuki Suparno pun optimis bisa meraih suara masyarakat di dapil 1 dengan ikhtiar yang terus dilakukan. Selain terus sosialisasi lewat kader partai di tingkat PAC dan ranting, H Basuki pun memiliki relawan di tiap desa di dapil 1. Relawan tersebut bernama Probas “Pro Basuki”, terbentuk atas inisiatif masyarakat yang ingin menjadikan kembali Basuki Suparno sebagai anggota DPRD Ciamis.

“Ihtiar terus dilakukan, upaya perjuangan tentu akan semaksimal mungkin. Namun kembali lagi, semua tergantung takdir Allah SWT,” katanya.

Basuki pun menargetkan raihan minimal 15.000 suara dan maksimalnya bisa lebih dari 24.000 melebihi suara Almarhum H Asep Roni. H Asep Roni (alm) selalu bilang bahwa guru politik beliau adalah Basuki Suparno.

“Mudah-mudahan saya yang dianggap guru oleh H Asep Roni (alm) bisa meraih lebih dari raihan suara yang dia raih tahun 2014 lalu,” tandasnya seraya menambahkan target kursi di dapil 1 minimal 3 kursi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here