CIAMIS- Salahsatu implementasi kurikulum 2013 yakni pendidikan karakter. Pendidikan karakter mesti diterapkan dengan baik di sekolah agar mampu mencetak anak didik yang tak hanya pintar namun juga berakhlakul karimah. 


Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Dr H Wawan Arifien MM saat memberikan pengarahan kepada peserta pendampingan Kurikulum 2013 di SDN 4 Rancah Jumat (20/7/2018). Kegiatan tersebut dihadiri puluhan guru dari puluhan SD se-kecamatan Rancah. 


Menurutnya, anak-anak harus dibiasakan melakukan kegiatan-kegiatan positif, utamanya yang berkaitan dengan lima nilai pendidikan karakter yakni nasionalisme, integritas, kemandirian, gotong royong, dan religius. 


Salahsatu nilai karakter yang harus terus ditingkatkan adalah nilai religius, dimana anak-anak harus dibiasakan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan seperti solat duhur berjaamaah dan tadarusan. 


Selama ini, di Kabupaten Ciamis, program solat duhur berjamaah telah berjalan di setiap sekolah sesuai dengan surat edaran Bupati Ciamis tentang solat duhur berjaamaah. Tadarusan juga sudah berjalan di tiap sekolah, malahan kedepan harus ada kajian-kajian ayat yang dibaca. Agar siswa lebih mengerti dan paham tentang makna setiap ayat. 


“Kegiatan seperti ini yang harus ditingkatkan, tentu outputnya akan membentuk siswa yang relegius,” ujarnya. 


Hal lain kata dia, berkaitan dengan budi pekerti anak. Dimana anak didik harus bisa berperilaku sopan, hormat kepada orangtua, guru, dan lainya. 


Peran guru tentunya sangat penting untuk mengajarkan anak agar memiliki nilai-nilai pendidikan karakter. Makanya, dia meminta guru agar memberikan contoh terlebih dahulu kepada anak. Guru harus menjadi suri tauladan dalam berbagai aspek. 


“Pendidikan karakter ini bukan teoritis, tapi mesti dipraktekan, guru jangan hanya memberi wejangan tapi beri contoh kepada anak bagaimana membiasakan diri dalam hal positif,” ungkap DR Wawan. 


H Wawan menambahkan, dalam penerapan kurikulum 2013, anak harus juga dikenalkan pada IT. Sejak dini anak mesti mengenal IT, agar kedepan tidak gaptek, mengingat perkembangan jaman yang serba canggih tidak bisa terhindarkan. 


Hanya, pengenalan IT juga harus diimbangi dengan batasan-batasan moralitas. Informasikan kepada anak mana yang negatif dan positif, sehingga mereka bisa memilah dan memilih. Karena IT itu sangat banyak manfaatnya jika digunakan untuk hal positif. Berbagai situs pendidikan seperti milik kemendikbud menyediakan berbagai contoh soal-soal dan jawabanya. 


“Dengan begitu akan mengasah kemampuan anak, jadi anak bisa belajar dimana saja, termasuk lewat internet, hanya kita harus beritahu batasan waktu penggunaan jangan sampai memakai IT berlebihan,” tandasnya seraya mengatakan tahun 2019 semua SD di Kabupaten Ciamis sudah menerapkan Kurtilas sebagai acuan proses pembelajaran.(FD)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here